Blog Of Visitor

Minggu, 14 Desember 2008

CELAGI SEBAGAI TANAMAN ASAM BALI

By Devita Sri Raihana
Di Bali tanaman Asam tergolong tanaman liar yang tubuh dengan sendirinya atau tanpa dipelihara sudah bisa hidup besar dan tinggi. Sebutan untuk tanaman Asam Bali ini sering disebut "Celagi". Di Bali konon Pohon Celagi ini sangat disukai untuk tempat tinggal mahluk halus, mungkin karena pohon ini bisa tumbuh begitu besar dan tinggi sehingga sangat rindang dan bisa dipakai berteduh jika matahari menyengat, udara yang mengalir di bawah pohon ini sangat sejuk rasanya, meskipun demikian pohon ini banyak sekali manfaatnya. Photo pohon ini aku dapat ketika aku jalan-jalan ke Canggu, di sebuah jalan besar yang ada puranya terdapat sebuah pohon Celagi yang sangat besar sekali yang hampir-hampir menutipi area pura tersebut. Apa bedanya Asam Bali (Celagi) dengan Asam Jawa? aku pikir rasanya sama saja, dimanapun pohon asam ini tumbuh tentu rasanya tetap juga asam khan? entah tumbuh di Bali, Jawa, Sumatra, Kalimatan, Sulawesi, atau dimanapun, tapi kenapa orang menyebutnya kadang-kadang Asam Jawa? Tapi aku lebih senang menyebutnya "Celagi" karena di daerahku hanya nama itu yang banyak dikenal orang.
Nama ilmiah tanaman ini adalah Tamarindus Indica L., dan termasuk familia atau suku Leguminosae. Tanaman ini berbuah sepanjang tahun, diperbanyak dengan biji atau secara vegetatif. Buahnya dapat dibuat sirup, kembang gula, bumbu masak, manisan atau ramuan obat tradisional.
Kandungan kimia Celagi atau Asam Bali
Kulit biji tumbuhan ini mengandung phlobatannin sekitar 35%, sedangkan biji mengandung pati dan albuminoid. Buahnya mengandung senyawa kimia antara lain : asam anggur, asam appel, asam sitrat, asam suksinat, asam tartarat dan pektin. Juga didapati adanya gula invert.
Khasiat Celagi alias Asam Bali:
1. Mengatasi Sukar Tidur : Ambil daun asam secukupnya, keringkan lalu dipakai pengisi bantal kepala. Tidulah dengan bantal ajaib ini, memang aneh, tapi buktikan saja maka anda bisa terlelap. 2. Mencegah Rambut Rontok : Buah asam yang sudah tua dicampur sedikit air, dipakai untuk mengurut kulit kepala lalu rambut dicuci bersih dengan shampo. 3.Gatal-Gatal atau Biduran Asam kawak sebesar telur ayam, umbi temulawak, gula aren dan 2 gelas air, direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. 4. Rematik/Bengkak karena terpukul : Ambil sinom atau daun muda asam secukupnya dan rimpang kunyit ditumbuk halus lalu diseduh dengan sedikit ari panas lalu dipakai menurap bagian yang sakit. Atau bisa memakai buah asam tanpa biji dilumatkan seperti bubur, panaskan sebentar lalu dipakai menurap bagian yang sendi yang sakit.
Penggunaan Lain Celagi adalah :
Daun muda yang digiling bersama kunyit, dapat dipergunakan sebagai obat kompres penyakit rematik, bisul, dan eksim. Daging buah yang sudah dikupas ditambah dengan sedikit garam, kemudian disimpan dalam tempat tertutup dan kering (makin lama disimpan akan makin baik), kemudian beri sedikti air dan diminum. Ini dapat digunakan sebagai obat pencahar dan penurun panas. Orang yang sedang hamil tidak boleh minum, sebab bisa mengakibatkan keguguran. Biji ditumbuk dapat dipergunakan sebagai obat borok, dengan cara menempelkan hasil tumbukan biji pada borok. Daging buah setelah dikupas ditambah temulawak, ditambah gula aren kemudian direbus, airnya diminum sebagai obat sariawan dan gatal-gatal.Daunnya dikunyah/ditumbuk, kemudian ditempelkan pada luka, dapat mempercepat sembuhnya luka. Daunnya direbus selama lebih kurang ¼ jam, airnya dapat dipergunakan sebagai obat demam. Kulit batang pohon asam jawa ini direbus selama ½ jam, kemudian airnya diminum sebagai obat anti asma.
Perbanyakan
Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan cara menyetek, pencangkokan maupun dengan jalan menyemaikan bijinya. Adapun cara penyemaian biji adalah sebagai berikut. Terlebih dahulu kita sediakan beberapa tempat boleh berbentuk segi empat (kotak), bulat, ataupun segi lima, segi enam. Kotak-kotak semai itu kemudian kita isi pasir, lalu biji kita semaikan dalam kotak sesuai yang sudah kita sediakan. Setelah tinggi semai mencapai 10 cm atau lebih, barulah dipindahkan ke kebun atau ke lain tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya

2 komentar:

Atsauri mengatakan...

Devita,
kami di Kelantan, Malaysia turut memanggilnnya 'Celagi'.
Saya masih tercari-cari apakah wujudnya satu hubungan lampau antara Bali dan kelantan.
Mungkin juga dari segi aspek agama Hindu yang pernah dianuti oleh masyarakat Kelantan sebelum era Islam dahulu.

Cinta Pohonku mengatakan...

Mantap isinya...saya juga gemar menulis mengenai tanaman, walau hanya tulisan sederhana...makasi ya...salam kenal...

Artikel Blog