Blog Of Visitor

Senin, 22 Desember 2008

PANTAI LIMA LEBIH MEMPESONA

By Devita Sri Raihana
Ketertarikan aku dan keluargaku untuk datang ke Pantai Lima adalah karena aku pengen tau salah satu lokasi yang menjadi favorit para turis asing di Bali. Well, Pantai Lima adalah satu wilayah yang sangat lengkap. Pantai yang dikelilingi oleh balinese village, lengkap dengan persawahan dan rumah khas bali. Sangat eksotis! Ngga heran orang bule banyak yang suka untuk tinggal di daerah sana. Jika kita memandang keindahan pantai Lima dari sisi timur akan terlihat sebuah villa mewah sebagai latar belakang yang kelihatan bagus untuk dijadikan background sebuah photo. Saat hari minggu 21 Desember 2008 aku sekeluarga hadir untuk menikmati keindahan pantai ini. Tak lupa aku, mama, papa, sudah bersiap-siap untuk mencari kerang-kerang diantara pasir-pasir pantai yang tersapu indahnya ombak. Jika jalan-jalan dari pantai Pererenan ke sisi barat menunju Pantai Lima tampak beberapa perahu yang sengaja diparkir para pemilik Villa, kemungkinan dipergunakan untuk olahraga diving, atau memancing ke tengah laut. Tak lupa aku bersama papa dan mama berkesempatan berphoto diantara perahu yang terparkir tersebut. Keindahan pantai Lima sedikit terganggu dengan banyaknya sampah yang berasal dari sungai di sekitarnya, ada beberapa orang yang terlihat mengumpulkan sampah kayu yang akan dijadikan kayu bakar. Seandainya saja ada petugas kebersihan yang ditugaskan oleh para pemilik villa di sekitar pantai Lima tentunya akan sangat membantu sekali untuk menjaga kebersihan pantai tersebut, toh juga hal ini otomatis akan menjaga citra keindahan pantai Lima di mata wisatawan, juga tentunya pemilik villa akan memperoleh nila tambah berupa kedatangan wisatawan yang semakin banyak pada villa mereka, dan tak menutup kemungkinan untuk pemilik Villa pribadi ataupun Villa yang beroprasi secara umum.
Tips Berwisata Aman di di Pantai
1. Sebagaimana beriwisata ke kawasan pantai dan alam terbuka lainnya, sebaiknya persiapkan fisik secara matang, karena diperlukan tubuh yang fit dan tenaga yang prima untuk jalan-jalan di tepi pantai. 2. Sediakan uang pas untuk membayar tiket masuk dan parkir, karena pada hari libur biasanya di loket terjadi antrean. 3. Ikuti petunjuk dan patuhi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola wisata alam. 4. Saat ke Pantai Lima sebaiknya tidak membawa balita, karena rawan terseret arus obak yang besar. 5. Jangan mencoba mandi di daerah larangan untuk mandi karena terdapat pusaran air yang bisa menyedot dengan ganas. catatan : di daerah Pantai Lima terdapat pertemuan arus sungai dan arus laut dimana pertemuan ini diyakini akan membuat dasar permukaan pantai terkikis sehingga membentuk palung laut di dekat pantai sehingga karena saking dalamnya kemungkinan besar jika berenang diatasnya akan mengakibatkan tersedot oleh pusaran air yang berada di dasar palung. 6. Untuk menghemat biaya lain-lain, ada baiknya membawa makanan atau camilan dari rumah, mengingat harga camilan, minuman, dan makanan di lokasi wisata lebih mahal daripada harga biasa. Catatan : kalau bule tentunya banyak uang dan tip ini tidak berlaku untuk yang berduit banyak. 7. Buanglah sampah pada tempatnya, demi kelestarian dan keindahan alam. Catatan : tip ini berlaku untuk semua orang atau siapa saja yang berada di daerah parwisata sudah sewajarnya menjaga kebersihan karena kebersihan itu adalah bagian dari iman. 8. Bila ada kesulitan, segeralah menghubungi satuan pengamanan setempat

Jumat, 19 Desember 2008

KESAMBI TANAMAN LANGKA

By Devita Sri Raihana
Barangkali istilah pohon Kesambi ini jarang sekali ditemui oleh anak-anak jaman sekarang, Di Bali Selatan khususnya hampir sebagian besar anak-anak tidak mengetahui apa itu pohon kesambi, karena memang pohon kesambi itu sekarang sudah sangat langka sekali ditemui di sekitar tempat tinggal kita. Untuk mendapatkan photo pohon ini papaku harus-bersusah payah menuruni jurang; menaiki bukit terjal dan menyusuri sungai kering di seputaran bukit Sawangan Bali (Nusa Dua Selatan). Dengan keadaan dan suasana beberapa lahan penduduk yang ditumbuhi berbagai tanaman liar yang lebat secara tak sengaja papaku menemukan sebuah pohon kesambi ini, tampak buahnya yang begitu lebat sehingga timbul niat papaku untuk membuat posting mengenai pohon langka ini, sekalian memperkenalkan kepada teman-teman yang memang belum mengetahuinya. Lewat seorang temannya (Andy) papaku mengetahui banyak prihal pohon kesambi ini, juga untuk memperkaya wawasan kita tentang pohon kesambi ini ada baiknya mempelajari beberapa artikel dari berbagai sumber yang pernah aku baca. Kesambi dengan nama latin (Schleichera oleosa, Merr) termasuk salah satu tumbuhan hutan yang beradapsi lokal, bermanfaat serbaguna (multi purpose) dan bernilai ekonomis dan sangat potensial. Buah pohon kesambi digemari oleh manusia, binatang dan burung. Oleh karena itu pohon kesambi dapat menjadi alternatif tanaman unggulan di dalam dan di luar kawasan hutan. Pada sisi lain pohon kesambi di Bali Selatan mempunyai sejarah tentang manfaat penting kesambi pada masa kerjaan di Bali Selatan Dengan demikian pohon kesambi perlu dikembangkan karena selain serba guna, bersejarah, juga supaya tidak menjadi tanaman langka.
Jenis Kesambi di Indonesia
Di Indonesia ditemukan 2 (dua) jenis kesambi, yaitu kesambi kerikil dan kesambi kebo/kerbau. Ciri khas perbedaannya terletak pada daun dan kulit batang. Jenis kerikil mempunyai daun yang lebih kecil dan memanjang. Bentuk percabangan liar, dan kulitnya tipis dibandingkan dengan jenis kebo. Sedangkan kesambi jenis kerbau memiliki daun yang melebar pada ujungnya dan kulit kayu yang lebih tebal. Bentuk percabangan teratur dan tegak lurus ke atas. Tumbuhan ini tersebar di seluruh Asia Tenggara dan di Indonesia dapat ditemukan pada ketinggian nol s.d. 1200 m dari permukaan laut. Salah satu indikator pertumbuhan kesambi adalah jati. Pada wilayah yang ditumbuhi jati secara liar biasanya diikuti pula pertumbuhan kesambi. Artinya dimana ada jati yang tumbuh liar biasanya tanaman kesambi juga dapat tumbuh baik. Di Jawa, tanaman kesambi digunakan sebagai tanaman pengisi (sekat bakar) dalam hutan tamanan jati. Kayu kesambi mempunyai struktur padat, rapat, kusut sangat keras dan lebih berat dari kayu besi. Karena itu apabila dapat mencapai umur yang lebih matang, kayunya berubah warna dari warna merah muda menjadi warna kelabu dan tidak berurat. Oleh karena itu dahulu lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan jangkar untuk perahu kecil. Bahkan di Kabupaten Bulukumba, kayu kesambi merupakan bahan dasar untuk membuat perahu. Kesambi sebagai sumber kayu bakar potensial. Selain itu, kayu kesambi sangat kuat dan keras. Namun demikian salah satu kelamahan dari kayu kesambi adalah tergolong kurang awet , tetapi sangat unggul sebagai kayu bakar dan pembuatan arang. Arang dari kayu kesambi sangat cocok untuk pembakaran dan bahkan lebih baik dari pada arang kayu jati dan kayu asam. Oleh karena itu, penanaman kesambi untuk produksi kayu bakar perlu dikembangkan terutama pada daerah pengembangan industri pembakaran dan wilayah yang sulit bahan bakar untuk rumah tangga
Kulit kayu kesambi dapat digunakan sebagai penyamak kulit. Menurut hasil penelitian, dalam analisis kimia kulit kesambi ditemukan 6,1-14,3 % zat penyamak. Bahkan dahulu orang Bali dan Madura menggunakan kulit kesambi sebagai obat kulit yang sangat manjur, terutama terhadap penyakit kudis dan penyakit kulit lainnya. Sebagai inang kutu lak, kesambi berguna untuk tempat hidup dan menghisap makanan yang diambil pada bagian bawah kulit kayu. Diantara beberapa jenis tanaman yang dapat menjadi inang kutu lak, maka kulit kayu kesambi paling disenangi. Daun kesambi yang masih muda baik untuk dimakan sebagai sayur asam. Bahkan dapat dimakan mentah sebagai lalapan, walaupun rasanya agak sepat. Selanjutnya, dalam beberapa hal di Sulawesi Selatan, daun kering dari pohon kesambi dapat dibakar dan asapnya digunakan untuk pengobatan (pengasapan) penyakit kudis dan gatal-gatal. Buah yang masih hijau dapat dimakan dan diolah sebagai asinan. Buah yang sudah masak berwarna kuning atau kemerah-merahan yang dapat dijadikan buah meja dengan ciri rasa asam kemanis-manisan. Buah kesambi yang sudah masak sangat digemari oleh monyet dan burung, termasuk anak-anak. Dibeberapa daerah buah kesambi yang sudah masak dapat dibuat manisan. Biji kesambi dilapisi dan diselimuti oleh kulit yang berwarna coklat. bentuknya bulat panjang dengan ukuran antara 6-14 mm. Mudah pecah dan daging bijinya mengandung 70 persen minyak sangat berguna sebagai bahan pembuatan minyak gosok. Minyak yang berasal dari biji kesambi sangat baik untuk mengonati penyakit dalam, kudis dan luka-luka. Dalam upaya pengembangan biodisel, biji kesambi dapat diolah menjadi minyak pelumas, pembuatan lilin, industri batik, dan bahan membuat sabun. Menurut beberapa hasil penelitian, kulit biji kesambi sangat cocok untuk pertumbuhan jagung lokal. Minyak dari biji kesambi biasanya diberi tambahan ramuan pengharum dan dijadikan minyak gosok badan. Sangat berkhasiat dalam pengobatan penyakit punggung dan dada pada penderita batuk. Apabila digunakan sebagai minyak rambut maka dapat merangsang pertumbuhan rambut / anti botak. Oleh karena itu penelitian kearah pemanfaatan keasambi sebagai tanaman obat menjadi penting. Kesambi termasuk tanaman yang mempunyai sifat toleran terhadap tumbuhan / tanaman lainnya. Dalam pengembangan tanaman jati, kesambi merupakan pasangan yang paling ideal. Bahkan dalam berbagai literatur dikemukakan bahwa pada umumnya dimana ada pertumbuhan jati secara alami / liar disitu pasti terdapat kesambi yang dapat tumbuh dengan baik. Selain toleran terhadap sesama pepohonan, kesambi dapat berasosiasi dengan tanaman hortikultura, antara lain jagung dan kacang-kacangan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bungkil/kulit biji kesambi sangat cocok dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman jagung. Dengan demikian pemanfaatan ruang tumbuh sekitar tanaman kesambi dapat dimamfaatkan untuk tanaman pangan dan obat-obatan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kamis, 18 Desember 2008

SUASANA PENGAMBILAN RAPORT SD FAJAR HARAPAN KUTA UTARA

Suasana Pengambilan Raport di SD Fajar Harapan, Kuta Utara
Pagi-pagi kira-kira jam 07.00 Wita hujan mengguyur daerah sekitar dalung, padahal hari ini tanggal 19 Desember 2008 ada acara pengambilan Raport di SD Fajar Harapan-Jalan Raya Pandonan_Banjar Tibu Beneng-Kuta Utara Dalung. Semoga saja hujan nanti reda, soalnya nanti aku bersama papa akan mengambil raport kira-kira jam 08.00 Wita. Kira-kira jam 07.45 Wita aku dan papa berangkat ke sekolah, tapi di jalan hujan masih gerimis, tidak apa-apalah yang penting nanti hujannya berhenti, sekitar jam 08.00 Wita aku dan Papa sudah sampai di Sekolah. Suasana tenang dan tidak begitu ramai seperti hari-hari biasa yang kadang sangat ramai oleh anak-anak sekolah Fajar Harapan, kulihat ada beberapa Guru Wali Kelas yang sedang berbincang-bincang dengan orang tua para murid di halaman sekolah, dan ternyata memang raport sudah dibagikan untuk kelas 3 SD ke atas di halaman sekolah, juga di teras sekolah tampak bangku dan meja yang sudah ditempati Kepala Yayasan Fajar Harapan (Bapak Adi), tampak mereka sedang asyik berbincang-bincang mengenai perkembangan anak-anak mereka yang bersekolah di Fajar Harapan. Ketika aku dan Papa sudah memasuki halaman sekolah tampak olehku Ibu Kepala Sekolah (Ibu Sri Ani) menghampiriku dan Papaku sambil menyapa dengan sedikit senyum ; "Bapak mau mengambil raport?". "Ya Buk", Jawab Papaku sambil tersenyum. "Untuk kelas IA silakan masuk kesini Pak?" sapa Bu kepala Skolah sambil menunjukkan ruangan kelas IA. "Bukan Buk, anak saya kelas IB", Jawab Papaku, aku diam saja, padahal dalam hatiku mungkin Bu Kepala Sekolah udah lupa kalau aku kelas IB. Aku dan papaku kemudian memasuki kelas IB disana ternyata ada penerimaan raport untuk kelas IB dan kelas IIB, aku dan papa duduk di bangku sambil menunggu Bapak Wali Kelas (Bapak Losin) yang sedang asyik juga berkonsultasi dengan para orang tua murid mengenai hasil nilai raport anak-anak didiknya. Tak berapa lama kemudian Vina datang bersama papanya (OM Wahyu) masuk ke kelas IB. "Sudah Lama", sapa Om Wahyu. "Baru tadi", jawab papaku. "Ada konsultasinya juga ya"?, kata Om Wahyu. "Ya mengenai hasil nilai raport anak-anak", jawab papaku. Kemudian Vina dan aku duduk di bangku yang sama, di depan Om Wahyu, papanya Vina. Tak berapa lama kemudian Bapak Wali Kelas memanggil papaku, "Silahkan Pak!", sapa Bapak Wali kelas. "Ya Pak selamat pagi", kata papaku sambil menyodorkan tangan dan bersalaman dengan Bapak wali kelas. Aku duduk di sebelah papaku kemudian Pak Wali kelas menjelaskan:"Perkembangan anak Bapak lumayan bagus, tidak ada nilai 6 dalam raportnya, anak Bapak rangking 9, sudah masuk sepuluh besar". "Oh ya Pak",jawab papaku. "Di rumah anak saya susah belajar, kerjaannya main Game di komputer", papaku menambahkan. "Bapak kerja Pak?" kata Pak Wali Kelas. "Ya Pak", jawab papaku agak tenang. "Boleh saya minta injin untuk photo sebetar untuk dokumentasi?" kata papaku. "Sama Siapa, Vita" jawab Pak Wali Kelas. Kemudian raport diserahkan padaku, dan papaku kemudian mengambil beberapa dokumentasi ketika Pak Wali kelas sedang berbincang dengan Om Wayu. Ada beberapa photo yang diambil papaku, ya untuk melengkapi posting ini, mudah-mudahan ini berguna untuk aku juga teman-temanku supaya aku nanti bisa belajar lebih raji lagi.
Teman-teman mari kita tengok dunia pendidikan yang langsung sumbernya aku ambil di Departement pendidikan Nasional : www.diknas.go.id

Presiden SBY : Gunakan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tepat Sasaran, Efisien, Efektif, dan Bebas Penyimpangan

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar menggunakan anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari APBN dan APBD.. dengan sebaik-baiknya dalam arti tepat sasaran, efisien, efektif, dan bebas dari penyimpangan. Presiden SBY juga mengimbau agar menggunakan anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari APBN dan APBD dengan sebaik-baiknya dalam arti tepat sasaran, efisien, efektif, dan bebas dari penyimpangan. Presiden SBY juga mengimbau agar anggaran pendidikan itu untuk benar-benar meningkatkan kemampuan atau kapabilitas dan profesionalitas dari para guru.
"Gunakan anggaran dengan tepat, bebaskan atau ringankan beban biaya pendidikan bagi saudara-saudara kita yang masih miskin melalui Program BOS, program beasiswa, dan lain-lain. Bantu dan berikan dukungan kepada para guru," kata Presiden SBY pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2008 dan HUT PGRI Ke-63 di Stadion Tenis Gelora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2008).
Hadir pada acara Menkominfo M. Nuh, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa, Juru Bicara Presiden, Andi A. Mallarange, Mendiknas Bambang Sudibyo, serta sebanyak 3.500 guru, dan sejumlah gubernur, walikota, dan bupati penerima penghargaan Satyalancana Pembangunan di Bidang Pendidikan Tahun 2008. Hadir pula sejumlah guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah penerima penghargaan Satyalancana Pendidikan Tahun 2008.
Presiden SBY mengatakan, pada tahun 2005 yang lalu beliau menyatakan bahwa pemerintah memiliki program besar untuk mengangkat pegawai negeri sipil (PNS) dalam jumlah yang besar termasuk mengangkat para guru bantu. "Realisasinya dari sebanyak 901.607 orang atau hampir 1 juta sampai akhir 2008 ini, Alhamdulillah telah dapat kita angkat sebanyak 738.042 orang. Masih tersisa 163.565 orang. Insya Allah dan menjadi tugas pemerintah untuk menuntaskannya tahun 2009 mendatang. Pemerintah ingin memberikan bukti bukan janji," katanya.
Ketua Pengurus Besar PGRI, Sulistyo, menyampaikan, tema utama peringatan HGN 2008 dan HUT PGRI Ke-63 ini adalah guru profesional, bermartabat, sejahtera, dan terlindungi menuju pendiidkan bermutu. "Kami para guru mendukung sepenuhnya apa yang Bapak Presiden kemukakan dalam berbagai kesempatan bahwa kita harus jadi bangsa terhormat dan bermartabat. Untuk mewujudkan itu semua diperlukan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, PGRI serta segenap guru dan tenaga kependidikan saat ini siap bekerjasama menjadi mitra strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut," ujarnya.
Presiden SBY menyatakan, pada minggu ini, akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Guru. Pada PP ini, kata Presiden SBY, diatur sejumlah tunjangan sebagai bagian dalam peningkatan kesejahteraan guru. "Dalam PP tentang guru itu mari kita jalankan dan sukseskan semua amanat yang ada dalam undang-undang dan sejumlah peraturan pemerintah," katanya.
Mendiknas menyampaikan, pemerintah tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan profesional guru dan kesejahteraan secara bertahap dan berkesinambungan. Mulai tahun 2006 s.d 2014,pemerintah, kata Mendiknas, terus menerus melaksanakan peningkatan kualifikasi dan melakukan sertifikasi guru secara bertahap sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen . "Bagi mereka yang sudah memiliki sertifikat profesi, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar gaji pokok PNS," katanya.
Sementara, lanjut Mendiknas, untuk guru non-PNS akan dicari formula kesetaraannya, sehingga baik guru PNS maupun guru non-PNS yang telah memenuhi ketentuan UU tentang Guru dan Dosen, maka kesejahteraannya akan setara dengan dua kali lipat dari kesetaraan PNS pada umumnya. "Marilah Hari Guru Nasional Tahun 2008 ini kita jadikan momentum untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa. Di mana guru memegang peranan strategis dan penting di dalamnya . Tujuan ini dapat dicapai melalui perjuangan Bapak-bapak dan Ibu Guru sekalian dalam mempersiapkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.

Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, prioritas penggunaan anggaran sebanyak 20 persen dari APBN...

Prioritas Anggaran Pendidikan 20 Persen
Jakarta, Senin (24 November 2008)--Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, prioritas penggunaan anggaran sebanyak 20 persen dari APBN bidang pendidikan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, menuntaskan wajib belajar 9 tahun dengan kualitas yang lebih baik, murah, dan terjangkau, akses mutu dan relevansi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang lebih baik, serta mutu dan relevansi penelitian yang lebih baik.
"Kemudian para peraih medali pada olimpiade matematika sain dan teknologi tingkat internasional mendapatkan jaminan melanjutkan pendidikan di manapun dengan beasiswa pemerintah. Ini arahan bapak presiden . Lalu pendidikan nonformal yang lebih baik dan penguatan tata kelola," kata Mendiknas pada Rapat Teknis Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Sahid, Rabu (5/11/2008).Pada acara yang dihadiri para bupati dan para kepala dinas pendidikan dari seluruh Indonesia ini, Mendiknas menyampaikan fokus rencana kerja pemerintah (RKP) 2009. Mendiknas menjelaskan, penuntasan program wajib belajar pendidikan sembilan tahun akan dikhususkan bagi daerah yang kinerja pendidikannya masih tertinggal. Pada tingkat nasional, kata Mendiknas, target wajib belajar yang diukur dengan angka partisipasi kasar tingkat SMP/MTs sudah tercapai yakni 95 persen. "Beberapa provinsi sudah bisa memenuhi dan hampir separuh dari kabupaten kota juga sudah memenuhi, tetapi masih cukup banyak kabupaten yang belum bisa memenuhi 95 persen meskipun pada tingkat provinsinya sudah tuntas," katanya.Lebih lanjut Mendiknas menjelaskan, terobosan kebijakan pendidikan yang bersifat masal dan mendasar diantaranya adalah program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan sertifikasi guru. "Pemerintah Pusat setiap tahunnya mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk membantu para guru itu mendapatkan S1-nya," katanya.Program selanjutnya, kata Mendiknas, adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk e-pembelajaran dan e-administrasi. Menurut Mendiknas, pendidikan yang berbasis komputer dan internet ini sudah dimulai terutama pada pendidikan menengah. "SMK sudah tinggal sedikit yang tidak punya laboratorium komputer, sedangkan SMA kurang lebih baru separuh," ujarnya.Pemerintah, lanjut Mendiknas, juga akan melakukan pembangunan prasarana dan sarana pendidikan seperti laboratorium, ruang-ruang kelas baru, perpustakaaan, dan melakukan reformasi perbukuan. Selain itu, pemerintah, kata Mendiknas, akan melakukan pendekatan mutu relevansi dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif, serta penguatan tata kelola dan perluasan pendidikan nonformal untuk mengemban layanan pada peserta didik yang tidak terjangkau pendidikan formal.Sementara, terkait program BOS, Mendiknas menyampaikan pada 2009 program BOS tunai dan BOS buku akan dijadikan satu. Unit cost-nya juga akan dinaikkan sebanyak 50 persen. Mendiknas menyebutkan, unit cost BOS tingkat sekolah dasar (SD) untuk wilayah kabupaten sebanyak Rp.397.000,00, sedangkan untuk kota sebanyak Rp.400.000,00 per orang per tahun. Kemudian, kata Mendiknas, untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP), setelah dinaikkan sebanyak 50 persen dan digabung adalah sebanyak Rp.570.000,00 untuk kabupaten dan Rp.575.000,00 untuk kota per orang per tahun.Di samping itu, lanjut Mendiknas, program bantuan operasional menejemen mutu (BOMM) untuk tingkat sekolah menengah yang dulu dihitung per sekolah sekarang di hitung per orang seperti BOS. Untuk sekolah menengah atas (SMA) sebanyak Rp.90.000,00 per orang per tahun, sedangkan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak Rp.120.000,00 per orang per tahun. "Anggarannya masih disamakan antara kabupaten dan kota," ujarnya
Selamat Datang di Buku Teks Pelajaran Murah, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
sambutan :
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan penuh rasa gembira dan bangga menyuguhkan sejumlah buku teks pelajaran layak-pakai yang hak ciptanya telah dilmiliki Departemen Pendidikan Nasional.Buku-buku teks pelajaran tersebut tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book. Jumlah seluruhnya saat ini ada empat ratus tujuh (407) judul buku dan Insya Allah setiap tahunnya akan bertambah.Buku-buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008.Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para penulis yang telah berdedikasi dalam perwujudan buku teks pelajaran sebagai sumber belajar yang sangat berguna bagi kepentingan peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk masa depan bangsa yang gemilang.Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat dapat pula mengunduh (down load) langsung dari internet jika memiliki perangkat komputer yang tersambung dengan internet, serta menyimpan file buku teks pelajarann tersebut.Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Saya berharap melalui Program Masal Buku Murah ini, buku teks pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau.Selamat belajar. Selamat mereguk ilmu, pengetahuan, dan teknologi melalui Buku Teks Pelajaran yang bermutu dan terjangkau.Jakarta, 20 Agustus 2008 oleh Menteri Pendidikan Nasional BAMBANG SUDIBYO (sumber www.diknas.go.id)

Artikel Blog